Kasus perdagangan anak di bawah umur di wilayah Ibukota kembali marak.
Kali ini, lima anak baru gede (ABG) cantik dan manis berusia 13-16 tahun
yang diduga menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking)
tersebut berhasil kabur dari “penjara” mafia pelacuran di kawasan
Pecenongan, Jakarta Pusat.
Mereka berinisial Nd (13), NA (14), Wn (14), Su (15), dan Ni (16).
Mereka ada yang berstatus pelajar SMP dan sebagian tinggal di wilayah
Depok. Setelah lolos dari jeratan kejahatan transnasional itu, orangtua
korban melaporkan kasus ini ke Polres Metro Depok.
Sampai Kamis (13/10), polisi masih melakukan pemeriksaan secara
intensif. Nd Cs semula bertemu dengan mami Eva yang diduga menjadi germo
spesialis ABG, yang menjanjikan para korban pekerjaan di sebuah
restoran mewah di Jakarta atau Malaysia dengan gaji Rp 5 juta per bulan.
Penawaran menggiurkan itu langsung disambut Nd dan empat temannya lalu
memenuhi panggilan untuk menjalani tes sebagai tenaga pelayan di
restoran. Namun, betapa terkejutnya merkea saat masuk pelatihan pada
sebuah lokasi penampungan di Pecenongan, ternyata Nd, NA, Wn, Su, dan Ni
dipaksa melayani pria hidung belang.
Selain itu, selama empat hari disekap di mess, para ABG ini juga sempat
dibawa ke diskotik, karaoke, bahkan mengikuti latihan tari bugil. “Saya
bersama teman-teman sebelum kabur minta izin pura-pura beli kosmetik di
luar tempat penampungan, lalu langsung pulang ke Beji, Depok dan
menceritakan ke orangtua yang juga cepat melapor ke polisi,” ujar Nd
yang didampingi Sri kakaknya di Polres Depok.
Menurut Sri, pekan lalu ia didatangi seorang wanita bernama Eva yang
menawarkan mencari tenaga wanita muda untuk menjadi pelayan restoran di
Malaysia atau hotel berbintang di Jakarta.
“Karena gaji yang ditawarkan sampai Rp 5 juta per bulan sehingga adik
saya tergiur sehingga mau diajak ke penampungan tersebut,” kata Sri,
seperti dilansir SP.
Saat tiba di penampungan di Pecenongan itu, Nd juga terkejut karena di
lokasi tersebut ada belasan wanita seusianya yang bernasip sama dengan
pengawasan ketat.
Kepala Unit Reserse Polres Metro Depok AKP Febriansyah mengatakan,
pengaduan kelima ABG yang diduga menjadi korban trafficking tersebut
masih dikembangkan. Polisi akan mendatangi sekaligus memeriksa pengelola
lokasi penampungan Nd Cs dibantu oleh Polda Metro. o ep
Tidak ada komentar:
Posting Komentar