kang sudi

Jumat, 14 Oktober 2011

Lima ABG Kabur dari Sandera Mafia Pelacuran di Pecenongan

Kasus perdagangan anak di bawah umur di wilayah Ibukota kembali marak. Kali ini, lima anak baru gede (ABG) cantik dan manis berusia 13-16 tahun yang diduga menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) tersebut berhasil kabur dari “penjara” mafia pelacuran di kawasan Pecenongan, Jakarta Pusat.

Mereka berinisial Nd (13), NA (14), Wn (14), Su (15), dan Ni (16). Mereka ada yang berstatus pelajar SMP dan sebagian tinggal di wilayah Depok. Setelah lolos dari jeratan kejahatan transnasional itu, orangtua korban melaporkan kasus ini ke Polres Metro Depok.

Sampai Kamis (13/10), polisi masih melakukan pemeriksaan secara intensif. Nd Cs semula bertemu dengan mami Eva yang diduga menjadi germo spesialis ABG, yang menjanjikan para korban pekerjaan di sebuah restoran mewah di Jakarta atau Malaysia dengan gaji Rp 5 juta per bulan.

Penawaran menggiurkan itu langsung disambut Nd dan empat temannya lalu memenuhi panggilan untuk menjalani tes sebagai tenaga pelayan di restoran. Namun, betapa terkejutnya merkea saat masuk pelatihan pada sebuah lokasi penampungan di Pecenongan, ternyata Nd, NA, Wn, Su, dan Ni dipaksa melayani pria hidung belang.

Selain itu, selama empat hari disekap di mess, para ABG ini juga sempat dibawa ke diskotik, karaoke, bahkan mengikuti latihan tari bugil. “Saya bersama teman-teman sebelum kabur minta izin pura-pura beli kosmetik di luar tempat penampungan, lalu langsung pulang ke Beji, Depok dan menceritakan ke orangtua yang juga cepat melapor ke polisi,” ujar Nd yang didampingi Sri kakaknya di Polres Depok.

Menurut Sri, pekan lalu ia didatangi seorang wanita bernama Eva yang menawarkan mencari tenaga wanita muda untuk menjadi pelayan restoran di Malaysia atau hotel berbintang di Jakarta.

“Karena gaji yang ditawarkan sampai Rp 5 juta per bulan sehingga adik saya tergiur sehingga mau diajak ke penampungan tersebut,” kata Sri, seperti dilansir SP.

Saat tiba di penampungan di Pecenongan itu, Nd juga terkejut karena di lokasi tersebut ada belasan wanita seusianya yang bernasip sama dengan pengawasan ketat.

Kepala Unit Reserse Polres Metro Depok AKP Febriansyah mengatakan, pengaduan kelima ABG yang diduga menjadi korban trafficking tersebut masih dikembangkan. Polisi akan mendatangi sekaligus memeriksa pengelola lokasi penampungan Nd Cs dibantu oleh Polda Metro. o ep

Tidak ada komentar:

Posting Komentar